021-7919-0893 djayaprint@gmail.com

Kalender memang menjadi pengingat waktu yang unik di mana setiap kebudayaan memiliki perhitungannya sendiri, termasuk di Indonesia. Di sini bahkan terdapat 5 jenis kalender berbeda yang digunakan oleh masyarakat setempat selain kalender Masehi. Penasaran kan 5 jenis kalender apa saja yang digunakan oleh rakyat Indonesia. Yuk kita cek Mitra Jaya…..

 

1) Kalender Islami (Hijriah)

Kalender Islami bergantung pada pergerakan bulan. Awal dari setiap bulan ditandai dengan munculnya bulan baru untuk pertama kalinya. Visibilitas bulan baru tersebut bergantung pada berbagai macam faktor seperti cuaca; kalender Islami hanyalah sebuah estimasi untuk acara islami di masa yang akan datang.

Tahun pertamanya dimulai sejak momen Nabi Muhammad SAW melakukan hijrah dari Mekkah ke Madinah. Kalender hijriah menghitung durasi satu tahun berdasarkan 12 siklus sinodis bulan atau 12 fase ketika bulan menampakkan hilalnya. Sistemnya dimulai dari Senin hingga Ahad, dan bulan awalnya dimulai dari Muharam dan ditutup dengan Zulhijah. Siklus sinodis per bulannya juga variatif, rata-rata 29,53 hari.

 

2) Kalender Jawa

Kalender Jawa atau Penanggalan Jawa adalah sistem penanggalan yang digunakan oleh Kesultanan Mataram dan berbagai kerajaan pecahannya serta yang mendapat pengaruhnya. Penanggalan ini memiliki keistimewaan karena memadukan sistem penanggalan Islam, sistem Penanggalan Hindu, dan sedikit penanggalan Julian yang merupakan bagian budaya Barat. Sistem kalender Jawa memakai dua siklus hari: siklus mingguan yang terdiri dari tujuh hari (Ahad sampai Sabtu, saptawara) dan siklus pekan pancawara yang terdiri dari lima hari pasaran.

Kalender ini berusaha menggabungkan periode peredaran bulan, periode saptawara (mingguan) dan pancawara (pasaran) dan membuat rumusan agar penanggalan mudah dipahami oleh masyarakat luas dengan cara sederhana. Untuk memperoleh rumusan tersebut, maka diambil perhitungan siklus 8 tahun yang disebut windu. Dalam 1 windu, pergantian tahun (tanggal 1 bulan Sura) selalu jatuh pada hari-hari tertentu dan membentuk pola yang akan berulang di windu berikutnya.

 

3) Kalender Sunda

Seperti apa sih kalender Sunda itu? Hampir sama dengan kalender Masehi. Bedanya ialah penamaan nama bulan, minggu, dan harinya. Sistem penanggalannya terdiri dari dua sistem yaitu berdasarkan perhitungan terhadap peredaran bulan atau disebut Kala Candra Caka Sunda, sistem perhitungan terhadap peredaran matahari atau Kala Surya Saka Sunda. Awal bulan atau bulan pertama pada kalender Sunda ialah Kartika dan bulan ke-12-nya disebut Asuji. Penyebutan nama bulan berikut jumlah hari untuk tiap bulan, mirip dengan yang digunakan dengan sistem kalender Hijriah.

 

4) Kalender Saka

Kalender ini terkadang disebut penanggalan Saliwahana, adalah sebuah kalender yang berasal dari India. Kalender Saka merupakan sebuah penanggalan syamsiah-kamariah (candra-surya) atau kalender luni-solar. Era Saka dimulai pada tahun 78 Masehi.

Sebelum masuknya agama Islam, para sukubangsa di Nusantara bagian barat yang terkena pengaruh agama Hindu, menggunakan kalender Saka. Namun kalender Saka yang dipergunakan dimodifikasi oleh beberapa sukubangsa, terutama suku Jawa dan Bali. Di Jawa dan Bali kalender Saka ditambahi dengan cara penanggalan lokal. Setelah agama Islam masuk, di Mataram, oleh Sultan Agung diperkenalkan kalender Jawa Islam yang merupakan perpaduan antara kalender Islam dan kalender Saka. Di Bali kalender Saka yang telah ditambahi dengan unsur-unsur lokal dipakai sampai sekarang, begitu pula di beberapa daerah di Jawa, seperti di Tengger yang banyak penganut agama Hindu.

 

5) Kalender Bali

Kalender Bali adalah sistem penanggalan yang digunakan oleh orang Hindu Bali di pulau Bali dan Lombok. Kalender ini tidak sama dengan kalender Saka dari India, melainkan kalender Saka yang sudah dimodifikasi dan diberi tambahan elemen-elemen lokal.

Dalam 1 bulan candra atau sasih, disepakati ada 30 hari terdiri dari 15 hari menjelang purnama disebut penanggal atau suklapaksa, diikuti dengan 15 hari menjelang bulan baru (tilem) disebut panglong atau kresnakapsa. Penanggal ditulis dari 1 pada bulan baru, sampai 15 yaitu purnama, menggunakan warna merah pada kalender cetakan. Setelah purnama, kembali siklus diulang dari angka 1 pada sehari setelah purnama sampai 15 pada bulan mati (tilem) menggunakan warna hitam.

Tahun baru bagi Kalender Bali, diperingati sebagai hari raya Nyepi, bukan jatuh pada sasih pertama (Kasa), tetapi pada sasih kesepuluh (Kadasa). Idealnya pada penanggal 1, yaitu 1 hari setelah bulan mati (tilem). Sejak hari raya Nyepi, angka tahun Saka bertambah 1 tahun. Menjadi angka tahun surya Masehi dikurangi 78.

Kalender Jawa

Apakah Mitra Jaya sudah menentukan jenis kalender apa yang akan diberikan oleh pelanggan setia Anda sebagai souvenir akhri tahun? Anda bisa mendiskusikan dengan kami desain kalender yang Anda butuhkan. Kami akan berikan solusi terbaik untuk Anda. Anda bisa langsung datang ke Jaya Print yang ada di Mampang atau mengunjungi di website Jaya Print di https://jayaprint.id/. Untuk info lebih lanjut dan menghubungi customer service kami di 021-79190893 (telepon) atau 082229993081 / 081806191840 (WhatsApp). Serta Anda bisa mengikuti instagram kami @jayaprintdigital untuk informasi terbaru.

Nah itu dia 5 jenis kalender yang dipakai oleh warga Indonesia. Mau buat suvenir kalender? Silahkan JaPri saja!

 

WhatsApp chat