021-7919-0893 djayaprint@gmail.com

Memilih packaging bagi anda yang memiliki usaha di bidang kuliner pastinya tidak boleh asal. Karena beda jenis kulinernya, pasti berbeda pula kebutuhan kemasan yang sesuai. Ada beragam jenis kemasan makanan seperti food tray, paper bowl, standing pouch, dan lain-lain. Masing-masing kemasan memiliki bentuk, jenis, desain, serta fungsi yang berbeda.

Selain itu, saat ini masyarakat Indonesia juga tengah gencar kampanye mengurangi pengunaan kemasan plastik bahkan perusahaan retail mulai menerapkan diet kantong plastik dan menggantinya dengan paper bag yang ramah lingkungan. Maka dari itulah masalah ini menjadi salah satu yang perlu perhatian serius bagi anda para pelaku usaha kuliner dalam memilih kemasan. Karena seperti yang kita ketahui bahwa penggunaan kemasan makanan yang tepat akan memberikan dampak yang besar pula bagi kelangsungan bisnis kuliner anda. Packaging yang menarik serta lain dari yang lain pastinya dapat akan membuat para konsumen terpengaruh dan percaya dengan hasil masakan anda.

Lalu, bagaimana sih kriteria pemilihan kemasan yang aman dan sesuai kebutuhan? Nah di sini mari kita bahas bersama hingga tuntas apa saja jenis-jenis packaging yang cocok dengan bisnis kuliner anda. Jangan lewatkan dan baca sampai selesai ya sobat!

Ingin tahu karakteristik kemasan makanan atau minuman yang aman? Baca di sini!

Nah bagi anda yang memiliki usaha yang bergerak di bidang kuliner, berikut ini kami sajikan beberapa kriteria packaging yang aman untuk digunakan pada makanan dan minuman. Mari kita ulas paparannya di bawah ini!

Ciri-ciri tipe kemasan yang aman digunakan. Sudah betulkah pemilihan anda?

Cek di sini sudah sesuaikah kriteria memilih packaging untuk makanan pada bisnis anda?

  1. Kemasan kedap suhu, udara dan air

Salah satu ciri kemasan makanan yang baik adalah kedap suhu dan udara. Hal ini disebabkan faktor udara dan suhu luar yang banyak mengandung polusi, debu, virus, atau lain-lain yang dapat menganggu kesehatan pengguna. Nah, dengan menggunakan kemasan yang kedap udara maka dapat memperkecil peluang masuknya debu atau kotoran lain dari luar serta meminimalisir resiko makanan terkontaminasi. Selain kesehatan, kontaminasi udara luar juga pasti akan mempengaruhi cita rasa dan juga tekstur makanan.

Satu lagi, selain kedap udara atau suhu, perlu juga diketahui sifat kemasan yang mampu meredam air. Hal ini karena ada beberapa jenis makanan yang rentan jika terkena air sehingga akan menurunkan kualitas makanan dan dapat mengakibatkan basi atau rusak. Inilah kenapa kemasan kedap air juga sangat dibutuhkan.

Namun demikian, yang perlu diingat juga oleh para pelaku usaha kuliner adalah tidak semua kemasan kedap air atau berbahan dasar plastik dapat digunakan sebagai kemasan makanan lho! Lalu tipe plastic yang bagaimana yang baik untuk dijadikan kemasan makanan? Berikut adalah beberapa jenis plastik tersebut:

  1. Polyethylene terephtalate (PTE) yaitu ditujukan untuk kemasan air minum, minuman ringan berkarbonasi, jus buah, selai, saus cabai, jelly, minyak goreng, dan lain-lain.
  2. High density polyethylene (HDPE) yaitu untuk kemasan berbahan dasar susu, yoghurt, air kemasan botol dan galon.
  3. Low density polyethylene (LDPE) yaitu untuk kemasan rapat yang umumnya digunakan untuk mengemas roti, frozen food dan lain-lain.
  4. Polypropylene (PP) yaitu untuk kemasan saus tomat, margarin serta berbagai jenis sup.

Selanjutnya di antara jenis-jenis plastik di atas yang relatif aman dan telah teruji oleh FDA adalah jenis plastik PTE.

  1. Hindari kemasan berbahan dasar styrofoam

Kriteria berikutnya untuk menunjang kemasan yang baik serta aman untuk kesehatan yakni dengan tidak menggunakan bahan styrofoam. Memang untuk makanan cepat saji, styrofoam kerap menjadi pilihan yang paling mudah karena sifatnya yang tahan panas dan juga harga yang relatif lebih murah. Namun penggunaan styrofoam tidak 100% aman meski sudah dilapisi oleh kertas minyak. Jika makanan sangat panas resiko larutnya materi kimia yang ada bisa saja terjadi. Maka dari itu, sangat disarankan untuk para pengusaha agar menghindari kemasan berbahan styrofoam ini.

  1. Hindari kemasan yang mengandung bahan logam

Kemasan yang terdapat kandungan logam memiliki resiko membahayakan kesehatan. Meski kemasan berbahan logam dicap efektif untuk jenis makanan jangka panjang. Namun akan lebih bijak jika anda selaku pengusaha mempertimbangkan kesehatan para konsumen.

  1. Sebisa mungkin gunakan kemasan yang dapat memberi sirkulasi udara

Ada beberapa jenis makanan yang membutuhkan lubang pada kemasan untuk sirkulasi udara. Kemasan tipe ini biasanya digunakan untuk makanan bersuhu tinggi atau yang baru saja diolah.

Baca juga: Jenis-jenis Kemasan yang Perlu Anda Ketahui

Tips memilih kemasan sesuai kebutuhan jenis usaha kuliner anda!

Jika sebelumnya kita bahas perihal keamanan kemasan untuk makanan, maka kali ini mari kita bahas tuntas tentang tips memilih packaging sesuai kebutuhan bisnis kuliner anda. Yuk disimak!

  1. Bentuk kemasan

Bentuk kemasan merupakan hal yang perlu anda pertimbangkan dengan seksama. Apakah cocok dengan bisnis anda? Jangan memilih karena bentuknya yang lucu saja, tetapi juga harus memperhatikan fungsinya lho!

  1. Size atau ukuran kemasan

Selain bentuk, ukuran kemasan juga penting lho agar sesuai dengan produk makanan anda. Ukuran yang tepat dapat membuat konsumen nyaman jika makanan tersebut dibawa. Hal ini terutama berlaku untuk anda yang memiliki bisnis kuliner tanpa ada dine in.

  1. Pemilihan bahan

Memilih packaging harus memperhatikan bahan dan tentunya harus disesuaikan dengan menu. Bahan anti air cocok digunakan untuk makanan berkuah atau yang basah. Sedangkan aluminium foil cocok untuk makanan kering yang kedap udara. Sedangkan, bahan kertas seperti food tray dapat digunakan untuk makanan kering seperti kentang goreng, sosis goreng, sandwich, burger, dan lain-lain.

  1. Memperhatikan fitur yang terdapat pada kemasan

Fitur kemasan juga menjadi salah satu factor keunikan lho! Kemasan masa kini memiliki tiga fitur yaitu Vacuum, Zipper dan Valve. Kemasan berfitur Vacuum biasanya digunakan untuk meningkatkan daya tahan produk. Sedangkan zipper mampu melindungi produk dari sinar uv dan oksigen. Kalau Valve, merupakan kemasan yang tepat bagi produk makanan yang mengeluarkan gas. Kemasan jenis ini akan mengeluarkan gas dari dalam kemasan, namun udara dari luar tidak akan masuk ke dalam kemasan.

Zipper

Vacum

Valve

  1. Memilih jasa percetakan

Nah yang terakhir, anda harus pintar-pintar memilih print shop yang professional seperti Jaya Print ini, kami menerima jasa cetak kemasan dengan berbagai jenis, bentuk, desain, serta ukuran sesuai kebutuhan anda. Selain itu, kami juga menyediakan jasa desain bagi anda yang masih bingung dengan desain yang eye cacthing untuk produk anda di sini!

Demikianlah cara memilih kemasan untuk bisnis kuliner yang telah kita dipelajari. Selain itu, bahkan anda juga dapat mempertimbangkan penggunaan kemasan yang berasal dari alam seperti daun dan kayu. Dengan kreativitas pengolahan yang epik maka kemasan yang sederhana justru bisa menjadi nilai plus bagi bisnis kuliner anda nantinya.

Cetak packaging custom? JAPRI aja!

WhatsApp chat