021-7919-0893 djayaprint@gmail.com

Tak dapat dipungkiri, sejak munculnya wabah virus corona di Indonesia dan himbauan pemerintah tentang diliburkannya segala aktifitas pendidikan, bisnis, dan lain-lain, otomatis berdampak pada perekonomian. Nah salah satu yang paling merasakan dampak dari wabah ini pasti para pengusaha ataupun UMKM termasuk dunia printing.

So, bagaimana sih dampaknya terhadap dunia printing di Indonesia? Yuk kita bahas sedikit demi sedikit.

Dampak virus corona, rupiah melemah, omzet menurun!

Sebagaimana yang telah kita ketahui, virus covid-19 atau yang biasa kita kenal dengan sebutan corona ini pastinya sangat berdampak pada industri printing khususnya bisnis digital printing, yang mana sebagian besar pasokan utama seperti mesin cetak berasal dari China. Padahal pemerintah China sejak virus ini muncul pertama kali di kota Wuhan langsung membatasi akses dari dan menuju Wuhan, China. Bahkan pemerintah Indonesia juga memutuskan menunda seluruh penerbangan dari dan ke seluruh wilayah China.

Para supplier digital printing mulai merasakan dampak dari virus Corona ini terutama dalam pasokan kiriman mesin. Maka, bagi perusahaan yang telah menyimpan stok consumable dan bahan baku cukup besar dan masih terjaga mungkin masih aman dan terkendali.

Usman Batubara, selaku ketua umum Komunitas Printing Indonesia atau Kopi Grafika mengakui jika hal ini berlangsung lama maka dampak virus corona akan sangat berpengaruh terhadap dunia printing, karena sebagian besar bisnis printing ini akan selalu berkaitan dengan negara lain terutama China. Juga salah satu perusahaan teknologi digital printing, Epson, mengakui bahwa wabah virus corona mungkin juga akan berdampak pada produksi meski hingga saat ini, sebagian besar masih belum begitu dirasakan.

Begitu pula dengan Jaya Print salah satu industri digital printing yang berlokasi di Mampang Jakarta Selatan, sang owner menilai bahwa saat ini kondisi penjualan masih tetap stabil dan bahkan menguatkan strategi marketing via digital seperti sosial media dan website. Namun demikian, kekhawatiran tetap ada yaitu seperti ongkos cetak yang naik disebabkan rupiah mulai melemah hingga menembus angka 16.596 per 23 Maret 2020.

Baca Juga: Sticker Lantai Lift, Berguna Sejak Wabah Corona!

“Untuk Jaya print sendiri kita ada beberapa solusi bagi para customer yang membutuhkan jasa kita, yaitu order via whatsapp ataupun sosial media dan bisa juga melalui website, pembayaran juga dapat dilakukan melalui transfer bank, lalu pengiriman barang oleh kurir ataupun ojek online jadi klien tidak perlu lagi dating ke kantor kita. Kita sangat mendukung gerakan social distancing ini, maka kita beri solusi agar para pelanggan tetap merasa aman dan nyaman meski dalam kondisi sekarang ini.” Sekilas yang dinyatakan oleh Pak Latief owner dari Jaya Print.

Demikianlah segelintir curahan hati para pebisnis digital printing di Indonesia, tentu kita tidak ingin ini semua berlangsung lebih lama, semoga Indonesia kembali stabil dan berangsur membaik perekonomiannya.

So, bagi anda yang masih membutuhkan jasa printing silakan langsung klik di sini!

WhatsApp chat